Makin menjamurnya pedagang kosmetik, lakukan hal ini sebelum membeli produknya.


Akhir-akhir ini saya menemukan sebuah fenomena yang cukup menarik yang muncul di tengah masyarakat di masa pandemik. Sebut saja fenomena ini pedagang dadakan kosmetik atau dalam bahasa kerennya reseller cosmetic.

banyak dari teman, kerabat, tetangga bahkan keluarga yang saya simpan kontaknya di WhatsApp pribadi saya sekarang berubah menjadi pedagang kosmetik. Menariknya mereka-mereka yang menjadi pedagang kosmetik kebanyakan tidak ada background pendidikan kesehatan, ada yang cuma lulusan SMA, ada yang sedang kuliah sampai dengan ibu-ibu yang tadinya cuma sebagai ibu rumah tangga.

Dan menariknya lagi, walau background pendidikan mereka rata-rata bukan dari background kesehatan; mereka semua pandai menawarkan produk mereka ke konsumen, antusias pembelipun tak di ragukan lagi, bahkan ada yang sampai menawarkan sistem pre-order dulu karena saking banyaknya pembeli (keren ga sih).

Ya gak salah sih mereka menjadi reseller lalu menjual produk kosmetik ke konsumen, toh juga masyarakat tidak mempermasalahkan hal itu dan menurut saya pribadi sah-sah saja, bahkan saya merasa bangga dan respect ke mereka yang bisa membantu perekonomian keluarga dengan cara menjual produk-produk kosmetik.

dan Karena ini adalah produk kosmetik, dimana produk kosmetik adalah produk yang termasuk kedalam produk kesehatan (yang sifatnya estetika/mempercantik), saya rasa penting bagi saya menyampaikan beberapa hal yang harus wajib kalian tahu, catat dan terapin sebelum membeli produk kosmetik, agar kosmetik yang kalian gunakan aman untuk digunakan 
Apa saja itu? Mari kita bahas.

Pertama,

Berhati-hatilah terhadap produk yang murah dan menawarkan hasil yang instan, jangan langsung tergiur dengan testimoni-testimoni yang biasanya di upload berbarengan dengan produknya, karena testimoni bukan jaminan keamanan suatu produk, terkadang terdapat produsen nakal yang memanipulasi testimoni, perlu di catat semahal apapun produk kecantikan tidak bisa memberikan hasil yang instan.

Kedua,

Langkah selanjutnya adalah menanyakan izin bpom produk kosmetik tersebut, jangan khawatir dan ragu menanyakan hal ini karena hal ini wajar di lakukan konsumen kepada pedagang kosmetik,  dan saya yakin pedagang/reseller yang baik adalah reseller yang ramah memberikan penjelasan semua tentang produknya.

Pastikan produk yang kalian akan beli sudah memiliki izin bpom, apabila reseller mengatakan izin bpomnya belum ada atau sedang proses, saya sarankan jangan dibeli. Karena bisa jadi produk tersebut sengaja tidak di daftarkan di bpom dan mungkin saja mengandung bahan-bahan berbahaya.

Ketiga,

Jika di rasa dua langkah di atas sudah dilakukan dan akhirnya produk tersebut kalian putuskan aman untuk di beli, langkah terakhir yang kalian lakukan saat produk sampai adalah menerapkan CEK KLIK.

Cek Kemasan, Pastikan Kemasan Produk yang kalian terima masih bersegel, masih dalam kondisi baik, pastikan juga kemasan yang kalian terima tidak terdapat kejanggalan yang mengindikasikan produk tersebut bukan produk asli, produk asli biasanya terdapat label yang jelas;

Cek Label Produk, pastikan terdapat label yang jelas pada kemasan produk; pada label produk harus memuat nama produk, nama produsen atau distributor beserta alamat, dan juga tentunya list ingredient (komposisi)

Cek Izin Edar, pastikan kembali produk yang kalian terima adalah produk yang nomor bpomnya sama dengan yang kalian tanyakan sebelumnya. Jika berbeda dengan yang di jelaskan saat sebelum kalian membeli, pastikan nomor bpomnya terdaftar dengan nama yang tertera pada kemasan. kalian bisa lakukan pengecekan menggunakan aplikasi bpom mobile atau cek bpom.

Cek Kadaluarsa, pastikan terdapat keterangan masa kadaluarsa yang tertulis didalam kemasan produk yang kalian terima tentunya pastikan masih aman.

Nah itu dia tiga langkah yang wajib kalian lakukan sebelum membeli dan menggunakan produk kosmetik. Walau kelihatanya ribet tapi setidaknya langkah-langkah ini bisa menyelamatkan kalian efek negatif yang tidak diinginkan dari produk palsu dan produk berbahaya. Yuk jadi konsumen yang cerdas.

Sekian dari saya,
Salam Sehat
Apoteker Firman