Hanya bisa bersabar bertemu pasien yang ngebandel


Salah satu pengalaman yang ga akan saya lupakan ketika menjadi Tenaga Kefarmasian di Puskesmas adalah bertemu dengan pasien yang bandelnya minta ampun.

Kebandelan pasien yang sering saya temukan di puskesmas tempat saya praktek yakni ketika pasien yang hendak mengambil obat di ruang farmasi Puskesmas yang kadangkala melakukan protes kepada petugas farmasi karena merasa obatnya kurang atau merasa tidak diberikan item obat tertentu yang biasa di resepkan oleh dokter.

Pasien A
Pasien
: mas obat yang biasa warna kuning kok ga dikasi?

Saya    : Yang kuning mana bu?

Pasien : Ituloh (sambil nunjuk).

Saya    : Mohon maaf ibu, kami ngasi obat sesuai dengan yang diresepkan dokter nggih

Pasien B
Pasien : Mas kok gada Amoksilinnya?

Saya    : Kan dokternya ndak ngeresepin bu.

Pasien : Tapi kan minum itu bikin saya cepet sembuh mas

Saya    : Ndak boleh minum antibiotik sembarang bu, harus pakek resep dokter.

Yah, kadang merasa kesel aja gitu bertemu dengan pasien yang protes seperti percakapan diatas, tapi karena ini adalah salah satu resiko menjadi pelayan masyarakat di Puskesmas, mau ndak mau harus sabar dan menyimpan rapi kekesalan yang dirasakan.

Dan kadang jujur saja, untuk menutupi kekesalan tersebut (karena ndak mungkin saya ungkapkan ke pasien langsung) jika pasien tetep ngeyel minta obat tertentu atau merasa obatnya kurang, pasien saya suruh balik ke poli tempat dia periksa untuk meminta obat yang di inginkan ke dokternya langsungšŸ˜‚.

Hasilnya? kadang pasien balik dengan hasil nihil dengan muka agak cemberut karena dokter tak menuruti keinginan pasien dan kadang kembali dengan muka sumringah karena dokter akhirnya mengalah dengan protesan pasien.

Well, semua ini hanyalah bagian dari perjalanan dan pengalaman yang tak kan terlupakan bagi saya sebagai Tenaga Kefarmasian di Puskesmas.tentu kisah ini bukan hanya tentang kekesalan tapi juga tentang kesabaran yang harus senantiasa kita berikan kepada seluruh pasien yang datang berobat ke paien.

Terakhir ada pesan dari saya untuk pasien dan untuk petugas farmasi di seluruh Indonesia

Teruntuk Pasien yang berobat
"Bapak/Ibu, Ikuti saja apa yang diresepin dokter nggih, karena dokter yang lebih tahu terapi bapak/ibu sekalian, dan mohon nggih jangan dimarahin atau diomelin petugas farmasinya karena mereka menjalankan tugas sesuai SOP dan pastinya sesuai dengan apa yang di minta oleh dokter melalui selembar resep"

Teruntuk petugas farmasi
"Semangat, jangan menyerah, sabar saja ketika menghadapi pasien ngebandel, Insya Allah semua akan menjadi catatan kebaikan kalian yang akan dibalas oleh Allah S.W.T"

Sekian,
Salam Sehat
Apoteker Firman