Farmasi Puskesmas : Kita Mulai Darimana?

 

Petugas Farmasi mengemban kedudukan dan peranan cukup penting didalam penguatan pelayanan di fasilitas kesehatan primer. dalam tugasnya, Petugas Farmasi dituntut untuk senantiasa memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku, dalam hal ini Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas dapat mengacu pada Peratuan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 dan atau Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2020.

Akan tetapi untuk bisa menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang sesuai standar tidaklah mudah, apalagi diperkuat dengan kondisi SDM yang kurang memadai menyebabkan Petugas Farmasi harus bekerja ekstra dalam mengubah pelayanan agar sesuai dengan standar yang berlaku.

lalu muncul sebuah pertanyaan; kita Mulai darimana?
Mari kita bahas

Ini adalah konten edukasi dan sharing pengalaman pribadi saya, saya sangat senang apabila teman-teman meluangkan memberikan kritik ataupun saran terhadap tulisan saya, teman-teman dapat mengirimkannya ke email saya di: haloapotekerfirman@gmail.com

Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi Apoteker Praktisi di Puskesmas,terdapat empat langkap dasar yang harus dimulai ketika seorang petugas farmasi hendak melakukan perbaikan sistem pelayanan kefarmasian. berikut penjelasannya :

Pertama: Kenali ruang lingkup pelayanan kefarmasian

Sebuah kesalahan besar yang sering tanpa sadaar Petugas Farmasi lakukan adalah bekerja tanpa memahami ruang lingkup pelayanan kefarmasian terlebih dahulu, ruang lingkup yang dimaksud tidak hanya sekedar melakukan pelayanan penyerahan obat ke pasien, tapi yang saya maksud adalah rincian kegiatan yang harus dilakukan seorang Petugas Farmasi selama bertugas.

Adapun ruang lingkup pelayanan kefarmasian diantaranya:
  • Melakukan pengelolaan sediaan farmasi meliputi : perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi pengelolaan sediaan farmasi
  • Melakukan pelayanan farmasi klinik meliputi pengkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat (PIO), konseling, pemantauan terapi obat (PTO), evaluasi penggunaan obat (EPO), serta Home Pharmacy Care

Kedua : Pahami tupoksi masing-masing petugas

Apa itu tupoksi?
tupoksi merupakan singkatan dari tugas pokok dan fungsi, dimana tupoksi bertujuan untuk memperjelas pembagian pekerjaan dari setiap petugas farmasi agar nantinya pelayanan kefarmasian berjalan dengan lancar dan tidak ada tumpang tindih tanggungjawab (untuk lebih lengkapnya akan saya bahas pada series berikutnya)

Ketiga: Pahami Peraturan (dasar hukum) yang mengatur

langkah berikutnya setelah memahami tupoksi dari masing-masing petugas farmasi adalah memahami dasar hukum yang mengatur, hal ini berguna untuk membuat kebijkan-kebijakan baru atau Inovasi dalam peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kefarmasian dipuskesmas, adapaun dasar hukum yang dimaksud diantaranya :
  • Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat kesehatan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter, dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian (Perubahan PMK 74)

Keempat: Membuat Ceklist kekurangan dan membuat sebuah perencanaan perbaikan

Setelah melakukan tiga langkah diatas, langkah terakhir yang harus dilakukan oleh seorang Petugas Farmasi adalah membuat sebuah list kekurangan dari pelayanan kefarmasian yang sudah berjalan (acuan dapat menggunakan dasar hukum yang sudah saya sebutkan), tak lupa lakukan sebuah perencaan perbaikan atau usulan inovasi-inovasi yang mungkin bisa memperbaiki pelayanan kefarmasian di Puskesmas (untuk lebih lengkapnya akan saya bahas pada series berikutnya)

itu dia empat langkah dasar yang harus dilakukan apabila ingin menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang sesuai standar dan melakukan perbaikan sistem pelayanan kefarmasian.
Sampai bertemu ditulisan berikutnya,

Salam Sehat

Apoteker Firman